A Brief History

2 December 2014 | Geni Saraswati Putri

Dalam usianya yang memasuki tahun ke 20 ini Program Studi Sastra Jepang FIB telah melewati masa-masa yang sulit terutama pada masa awal berdiri dengan segala keterbatasannya. Para perintis ketika itu telah berusaha keras untuk membuat landasan proses pembelajaran, mekanisme, monitoring serta sistem evaluasi yang telah menampakkan hasil yang signifikan baik dari segi output maupun sistem. Dalam hal sistem, Program Studi ini telah berhasil mengembangkan mekanisme proses pembelajaran secara Team Teaching dengan metode pengajaran langsung  Direct Method terutama untuk mata kuliah Berbicara. Dalam mekanisme ‘Team Teaching’ materi yang diberikan oleh tim bersifat integral dan terkoordinasi, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi. Dalam tahap perencanaan, materi, metode serta teknik penyampaian secara ketat harus termuat dalam RPKPS dengan bimbingan penulisan oleh pengajar senior dan native speaker. Pada saat pelaksanaanpun dilakukan monitoring untuk melihat konsistensi cara mengajar dengan yang digariskan dalam RPKPS. Demikian pula setelah selesai proses pembelajaran, pengajar yang memonitor kuliah memberikan evaluasi dalam rangka perbaikan. Berkenaan dengan materi kuliah, terdiri atas tiga bagian; pengenalan materi, latihan-latihan, serta evaluasi yang diberikan oleh pengajar yang berlainan pada jam yang berbeda secara terkoordinasi. Pengenalan materi, sedapat mungkin dilakukan dengan metode langsung  Direct Method, dengan pemanfaatan media pengajaran yang maksimal serta menghindari metode terjemahan. Tahap selanjutnya adalah kuliah yang berisi latihan-latihan dalam rangka mempraktikkan materi baru yang telah dipelajari mahasiswa dalam konteks kehidupan sehari-hari. Tahapan yang terakhir adalah evaluasi untuk melihat sejauh mana penguasaan mahasiswa berupa tes kecil yang diberikan satu kali dalam dua minggu. Setiap minggu, anggota tim melakukan diskusi untuk mengevaluasi proses pengajaran.

Dalam perjalanannya mekanisme serta metode pembelajaran seperti ini telah menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Mahasiswa selain dibekali ilmu secara konseptual juga dilatih untuk dapat mempraktikkannya secara kontekstual. Hasilnya di samping menguasai teori, mahasiswa juga dapat mempraktikkannya dalam konteks-konteks tertentu. Sebagai indikasi keberhasilannya bisa dilihat dari keberhasilan mahasiswa memperoleh beasiswa dari pemerintah Jepang melalui kompetisi dengan perguruan tinggi lain di seluruh Indonesia. Bahkan dalam beberapa kesempatan program studi ini dapat memberangkatkan mahasiswa ke Jepang untuk belajar lebih banyak dari mahasiswa perguruan tinggi lain.  Di samping itu, peluang kerja juga masih terbuka lebar, hal ini bisa dilihat dari banyaknya penawaran kerja kepada lulusan melalui program studi.

Dalam bidang insfrastruktur, Program Studi telah memiliki fasilitas yang diperlukan untuk proses pembelajaran, berupa ruang kuliah yang cukup representatif yang dilengkapi dengan AC dan LCD yang penggunaannya dikoordinir oleh fakultas. Perpustakaan Program Studi pun  terus dibenahi dengan koleksi buku yang cukup mendukung. Pengadaan buku dilaksanakan dengan mengembangkan kerja sama dengan lembaga-lembaga Jepang seperti The Japan Foundation melalui bantuan buku. Di samping itu, Program Studi juga telah memiliki Laboratorium Bahasa sendiri dengan kapasitas untuk 60 orang mahasiswa.

Dalam bidang SDM, jumlah tenaga edukatif yang berstatus PNS baru ada sembilan orang, dua orang Natives, serta satu orang pengajar tidak tetap. Pengadaan pengajar tamu dari Jepang selama ini dalam  kerangka kerjasama anatara UGM dengan The Japan Foundation Jakarta. Pada masa-masa awal berdirinya, kami mendapat dua orang tenaga ahli untuk masa kerja dua tahun, namun sekarang hanya diberi satu orang, dan bantuan native speaker ini akan berakhir tahun 2009 dengan pertimbangan Program  Studi Sastra Jepang UGM sudah dianggap mampu untuk berdiri sendiri.

Dari 12 orang tenaga tetap maupun tidak tetap, tiga orang di antaranya sedang studi lanjut di luar negeri. Staf kami juga semua sudah mengikuti Program Pelatihan Metodologi Pengajaran Bahasa Jepang di Saitama Jepang, baik untuk waktu singkat selama tiga bulan maupun yang enam bulan. Dengan demikian mereka dapat diasumsikan telah memiliki kompetensi megajar yang memadai.

Lulusan Program Studi sampai saat ini sebanyak 297 orang, begitu lulus mereka mendapat pekerjaan yang bervariasi, namun sebagian besar masih berkaitan dengan bidang ilmunya. Pekerjaan mereka di antaranya sebagai staf di perusahaan-perusahaan Jepang, pegawai bank, pengajar, bahkan ada seorang 2 orang lulusan yang sekarang bekerja di Jepang.

Kirim Komentar

Berita Terbaru