UGM Juara Lomba Kaligrafi Jepang Shuuji

21 December 2015 | mahasiswa UGM
caption

Pada hari Minggu, 15 November 2015 yang lalu, mahasiswa Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada menyabet juara pertama, kedua, dan ketiga dalam Shuuji Contest (Lomba Kaligrafi Jepang) tingkat umum yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Nikkigakka) dalam rangkaian kompetisi keterampilan berbahasa Jepang yang bertitelkan NihonGO!3. Ketiga pemenang tersebut yakni: Ratih Dewi Alan, Astuti Puspariani, dan Aulia Ilmi Mardhotillah. Dalam lomba berdurasi satu jam tersebut, ketiganya berhasil menuliskan kaligrafi terbaik mereka.

Alhamdulillah, saya tidak menyangka akan memenangkan lomba ini,” ujar Ratih, sebagai pemenang pertama dari Shuuji Contest kategori umum tahun ini. Kanji (huruf Jepang) yang ia tulis yakni 深夜 (shinya) yang berarti “tengah malam”. Unsur keindahan, kerapihan, urutan penulisan, dan keseimbangan huruf yang baik membuat Ratih berhasil menjadi pemenang pertama.

Ratih menambahkan, ketujuh peserta dari Universitas Gadjah Mada yang mengikuti lomba merupakan anggota dari Klub Shuuji Program Studi Sastra Jepang FIB UGM. Mereka telah melakukan persiapan lomba untuk menghasilkan karya terbaiknya. Dalam persiapan tersebut, mereka dipandu oleh seorang mahasiswa asing, Ms. Akane Kimoto dari Aichi Prefectural University yang saat itu sedang menjalani program internship di Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.

Di samping Shuuji Contest ada empat kategori lomba yang diadakan di Mini Theatre Perpustakaan UMY ini, antara lain: Roudoku (lomba membaca teks berbahasa Jepang), Kana Contest (lomba membaca tulisan Jepang), Manga Contest (lomba menggambar Komik), Speech Contest (lomba pidato bahasa Jepang).

Dengan adanya kompetisi tersebut, diharapkan semakin banyak kompetisi serupa yang akan diadakan untuk mengasah keterampilan para peserta dan menambah pengetahuan masyarakat terhadap budaya Jepang yang masih jarang digeluti seperti kaligrafi Jepang Shuuji.

Kirim Komentar

Berita Terbaru