Mahasiswa Sastra Jepang UGM Juara 3 Nasional Gara-Gara Transportasi Umum

31 October 2017 | Akbar Rizqi
caption

 

Mahasiswa Sastra Jepang Universitas Gadjah Mada berhasil meraih Juara 3 dalam Lomba Pidato Bahasa Jepang Nasional di Universitas Dharma Persada, Jakarta.

Sarti Amelia Malewa, mahasiswa Sastra Jepang Universitas Gadjah Mada menempati posisi ke-3 dalam ajang Lomba Pidato Bahasa Jepang tingkat mahasiswa se-Indonesia . Lomba pidato ini diselenggarakan oleh Komaru Transportation Foudation dengan PERSADA-Hiroshima University Joint Project Center. Lomba yang diadakan pada 28 Oktober 2017 ini merupakan kali kedua diadakan.

Sarti berhasil meraih peringkat 3 ini setelah proses seleksi dari berbagai perguruan tinggi di Indoesia. Dua bulan sebelum lomba ini dilaksanakan terdapat seleksi yang cukup ketat. Para peserta diminta mengirimkan esai dalam bahasa Jepang dengan tema transportasi terlebih dahulu.

“Jadi tahap awalnya buat esai, lalu diseleksi panitia, nanti panitia akan membaca 5 esai dari 10 universitas terpilih, nah selanjutnya dipilih satu yg akan berpidato di Jakarta” Jelas Sarti, Senin (30/10) di Fakultas Ilmu Budaya, UGM.

Perguruan Tinggi lain ang juga ikut berkompetisi dalam ajang ini diantaranya adalah USU, UI, UNHAS, UPI, UNAIR, UDAYANA, UNIBRAW dan UNSADA.

Tujuan dari lomba ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan keamanan lalu lintas dan untuk mendidik  sumber daya manusia yang akan menjadi jembatan bagi Indonesia-Jepang di masa yang akan datang. Dalam pidatonya, Sarti membicarakan tentang perbedaan lalu lintas dan transportasi di Indonesia dan di Jepang. Dan yang ditonjolkan olehnya adalah mengenai perbandingan transportasi umum antara dua negara.

Bagi Sarti, lomba pidato yang diikuti ini merupakan pengalaman pertamanya, “sebelum pidato gugup banget, tapi ingat wejangan dosen, dibawa santai aja dan alhamdulillah bisa menikmati waktu pidato,” jelasnya.

Meskipun tidak mencapai targetnya untuk menjadi juara 1, namun Sarti tetap mensyukurinya, “senang karena bisa juara tapi kecewanya tidak  bisa mencapai target, intinya harus bersyukur, semua ini bukan hasil saya sendiri, namun berkat doa orang tua, dosen dan teman-teman,” imbuhnya.

Sarti juga berpesan kepada teman-temannya agar selalu bersemangat dalam menghadapi tantangan, karena kalau tidak diberikan tantangan, tidak ada kemajuan. (Rizqi/Sam)

Kirim Komentar

Berita Terbaru