Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Jepang UGM Raih Juara I dalam International Shodo Competition 2026

Raina Aramita, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (FIB UGM), berhasil meraih Juara I dalam International Shodo Competition 2026 yang diselenggarakan pada 22 Oktober 2026 di Aula Gedung B UDINUS Lantai 5, Fakultas Hukum dan Studi Global, Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS), Jalan Nakula, Semarang.

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Dejavato dan diikuti oleh peserta dari berbagai negara, seperti Indonesia, Italia, Kenya, Jerman, Rusia, Vietnam, Nigeria, Uganda, dan Gambia. Keikutsertaan peserta dari berbagai negara tersebut menjadikan kompetisi ini sebagai ajang pertukaran budaya sekaligus wadah untuk memperkenalkan seni kaligrafi Jepang kepada masyarakat internasional.

Dalam kompetisi tersebut, Raina menunjukkan kemampuan dalam seni shodou (書道), yaitu seni kaligrafi Jepang yang menggunakan kuas dan tinta untuk menuliskan karakter Jepang. Seni ini tidak hanya menekankan ketepatan bentuk tulisan, tetapi juga membutuhkan konsentrasi, ketelitian, serta penghayatan dalam setiap goresan.

Bagi Raina, kompetisi ini menjadi pengalaman yang berkesan karena merupakan kali pertama dirinya mengikuti lomba shodou secara langsung. Ia mengaku sempat merasa gugup ketika menghadapi peserta dari berbagai negara. Dengan waktu pengerjaan hanya 15 menit, rasa gugup tersebut turut memengaruhi konsentrasinya selama menulis. Bahkan, tangannya terus gemetar ketika perlombaan dimulai sehingga ia merasa kesulitan mengendalikan kuas (fude).

“Jujur, saya sama sekali tidak berharap untuk menang, bahkan sampai pengumuman Juara II. Namun, saya benar-benar terkejut ketika nama saya dipanggil ke depan. Saya tidak menyangka bisa mendapatkan Juara I,” ungkap Raina.

Pencapaian Juara I ini menjadi salah satu bentuk keberhasilan mahasiswa dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa dan budaya Jepang dapat diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan seni dan kompetisi berskala internasional.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, memperluas pengalaman, serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan akademik maupun non akademik di tingkat nasional dan internasional.

Penulis: Felisha Bethrix

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*